Waktu Kita Sedikit

2009 Oktober 12
oleh Ismed Daulay

Tulisan dari Facebook  Abdullah Al-Faruq

Ya, waktu kita sedikit. Kita sudah berada di ujung zaman. Kita berada dimana kiamat sudah menjelang. Berapa banyak waktu yang telah kita gunakan dalam hidup ini. Sudahkah kita menggunakan beberapa jenak waktu kita untuk bersama dengan orang-orang shaleh guna melembutkan hati kita, agar arah hidup kita lebih lurus? Kebersamaan kita adalah wujud kasih sayang dan cinta Allah ta’ala. Mahal dan istimewanya kebersamaan kita, pernah disinggung oleh Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anhu dalam perkataannya, “Tidak ada karunia Allah yang lebih baik bagi seseorang setelah ia masuk Islam, dari karunia memiliki saudara yang shalih”. Shahabat rasul yang terkenal ketegasannya dalam membela kebenaran itu lalu berpesan, “ Jika di antara kalian ada yang merasa senang dengan saudaranya hendaknya ia memegang saudaranya itu dengan kuat”. read more…

Islamic Hijri Calendar

2009 Oktober 1
oleh Ismed Daulay

Menjaga Kehormatan Pemimpin

2009 September 28
oleh Ismed Daulay

Sesungguhnya keberadaan pemimpin diantara kamu berhak untuk kamu jaga kehormatan dirinya. Apa dasar dari kita berhak untuk menjaga kehormatan tersebut : Sesungguhnya Rasulullah SAW telah menekankan kepada kita untuk menghormati pemimpin dan melarang untuk mencelanya, beliau bersada :

“Para penguasa adalah naungan Allah dimuka bumi. Barangsiapa yang memuliakan penguasa, Allah akan memuliakannya. Barang siapa menghina penguasa, Allah akan menghinakannya”(HR. Al-Baihaqi, 17/6, Ibnu Abi Ashim, dalam As-Sunnah 2/698. Lihat Ash-Shahihah, 5/376.)

‘Abbdulah bin al-Mubarak berkata, Barangsiapa meremehkan ulama maka akhiratnya hancur, dan barangsiapa meremehkan pemimpin maka dunianya akan hancur.” (Dikeluarga Abu ‘Abdirrahman as-Sulami, dalam Adab Suhbah, 41 dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, 32/444.) Kalau mencela dan menggunjing sesama muslim secara umum saja dilarang, lantas bagaimana mencela ulama dan umara? Tentu lebih dahsyat, karena efek yang ditimbulkan jauh lebih besar, sebab jika sesorang pemimpin telah dibenci oleh rakyatnya, maka akan hilang wibawanya di hati mereka. Dan bila itu terjadi, maka yang akan terjadi adalah kerusakan, pemberontakan dan kekacauan. Semoga Allah merahmati Abbdulah bin ‘Ukaim tatkala mengatakan tentang fitnah zaman khalifah Utsman, “Saya menilai bahwa menyebutkan kejelekannya adalah kunci untuk menumpahkan darahnya.” (Dikeluarkan Ibnu Sa’ad, 6/115, Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa Tarikh, 1/213.)

Subhanallah, begitu tingginya kita untuk menjaga kehormatan diri seorang muslim apalagi Ulama dan Umara. Di akhir zaman ini dimana kemerosotan moral dan akhlak begitu sangat memilukan, sulit sekali kita melihat seorang muslim yang berusaha untuk menjaga kehormatan diri mereka. Kita terkadang sibuk untuk mencari kesalahan-kesalahan pada diri mereka tetapi kita tidak pernah sibuk untuk mencari kesalahan/kekurangan pada diri kita sendiri dan kita berusaha untuk memperbaiki diri kita sendiri. Apakah kita hanya bisa mencela tetapi tidak mampu memperbaiki ? Seorang muslim dia tidak hanya cukup menjadi muslim yang “mukmin” (yang baik untuk dirinya) tetapi dia berusaha untuk menjadi seorang muslim yang “muslih” (yang baik untuk dirinya dan dapat memperbaiki orang lain). Kita semua berharap semoga kita kelak menjadi pribadi-pribadi muslim yang muslih yang mana dia baik untuk dirinya tetapi juga bisa memperbaiki keadaan yang rusak, bukan malah menambah kerusakan yang telah ada ditengah masyarakatnya. Selamat berjuang saudaraku, semoga Allah memperbaiki diri kita dengan kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

Sumber :

“Demonstrasi Solusi atau Polusi” karya Abu Ubaidah Yusuf  Bin Mukhtar As-Sidawi

Apa Sesudah Ramadhan?

2009 September 24
oleh Ismed Daulay

Kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Berpisah dengan siangnya yang begitu indah dan malamnya yang begitu harum semerbak.

Kita berpisah dengan bulan Qur’an, bulan ketakwaan, kesabaran, Jihad, magfirah dan bulan pembebasan dari api neraka. Maka faedah apa yang sudah kita raih dari sekian banyak buah-buah Ramadhan yang begitu agung dan naungan-Nya yang begitu luas?

Apakah dalam jiwa kita telah terwujud ketakwaan sehingga kita keluar dari madrasah Ramadhan dengan predikat orang-orang yang bertaqwa? Dan apakah kita senantiasa sabar dalam ketaatan dan menjauhi ma’siat? Apakah kita telah mentarbiyah (mendidik) jiwa kita untuk melakukan berbagai bentuk jihad? Apakah kita telah berjihad melawan hawa nafsu dan mampu mengalahkannya ? Ataukah kita berhasil dikalahkan oleh kebiasaan-kebiasaan dan prilaku-prilaku buruk? Apakah kita telah berusaha sekuat tenaga untuk meraih rahmat, Magfirah-Nya dan pembebasan-Nya dari api neraka? Apakah….Apakah….Apakah…? Begitu banyak pertanyaan yang menyelimuti hati seorang muslim sejati yang senantiasa mengoreksi dirinya dan menjawabnya dengan jujur dan terus terang.

Ramadhan adalah madrasah imaniyah tempat persinggahan ruh untuk mempersiapkan bekal di sisa –sisa kehidupan kita di dunia. Maka kapan lagi seseorang akan mengambil bimbingan, pelajaran dan manfaat, untuk merubah kehidupannya jika ia tidak melakukannya pada bulan suci ini. read more…

Pentingnya Menjaga Keimanan di Keluarga …

2009 September 24
oleh Ismed Daulay

Tulisan ini aku kutip dari Murrobiku “Ustadz  Abu Yahya Purwanto” (pada catatan Facebooknya)

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka 1427, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. 52:21)
1427 Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka di surga.

Terjemah tafsir As Sa’diy :

وهذا من تمام نعيم أهل الجنة، أن ألحق الله [بهم] ذريتهم الذين اتبعوهم بإيمان أي: الذين لحقوهم بالإيمان الصادر من آبائهم، فصارت الذرية تبعا لهم بالإيمان، ومن باب أولى إذا تبعتهم ذريتهم بإيمانهم الصادر منهم أنفسهم، فهؤلاء المذكورون، يلحقهم الله بمنازل آبائهم في الجنة وإن لم يبلغوها، جزاء لآبائهم، وزيادة في ثوابهم، ومع ذلك، لا ينقص الله الآباء من أعمالهم شيئا، ولما كان ربما توهم متوهم أن أهل النار كذلك، يلحق الله بهم أبناءهم وذريتهم، أخبر أنه ليس حكم الدارين حكما واحدا، فإن النار دار العدل، ومن عدله تعالى أن لا يعذب أحدا إلا بذنب، ولهذا قال: { كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ } أي: مرتهن بعمله، فلا تزر وازرة وزر أخرى، ولا يحمل على أحد ذنب أحد. هذا اعتراض من فوائده إزالة الوهم المذكور. read more…

Untukmu “Murrobi”ku

2009 Juli 17
oleh Ismed Daulay

Sebagai seorang perantau, lebaran adalah saat paling menyenangkan untuk berkumpul dengan orangtua dan keluarga di kampung halaman. Tahun 2002 yg lalu, Idul Fitri ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dmana lebaran gak bisa pulang mudik untuk berkumpul. Maka kisah ini pun berjalan dalam kehidupanku…

Awalnya, setelah shalat Iedul Fitri rasa kesedihan seorang perantau muncul, melihat beberapa teman dan saudara berkumpul dalam canda tawa dalam keceriaan lebaran tersebut. Rasa sedih di hati muncul sampai akhirnya aku berusaha untuk tegar dan bersabar.

Siang itu waktu azan Zhuhur tiba, dengan langkah gontai aku wudhu dan pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Zhuhur yg pertama kali aku lakukan di masjid. Setelah setelah shalat, aku duduk dan diam di dinding belakang masjid yg cukup besar, sejuk dan penuh kedamaian di kawasan Utara kota Bandung, tepatnya Masjid At-Taqwa KPAD Gegerkalong Bandung.

Datang seorang yg pemuda yang sedikit lebih tua dari usiaku saat itu. Pakaiannya sederhana, putih bersih seperti putih dan cerahnya wajah sang pemuda tersebut dengan janggut lebat yang menutupinya. Kesan awal yang aku dapat, masasih seorang pemuda memiliki janggut yang lebat dan penampilan yg seperti ini. Hampir mirip dengan wajah dan penampilan orang-orang  Timur Tengah dengan pakaian dan budayanya. Salam pertama yg dia sampaikan, begitu menyejukan hati yang saat itu dengan gelisah.

masih bersambung…

Nasehat dari ku untuk mu ITB…

2009 Juli 17
oleh Ismed Daulay

Kutipan Ceramah Jum’at di Salman ITB 17 Juli 2009
…dari hasil penilaian penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2009, di dapan hasil bahwa anak-anak yg masuk ITB itu adalah anak-anak yang memiliki nilai dan prestasi yang luar biasa diantara teman sekolah dan merupakan anak-anak terbaik yang ada di negeri ini. Tapi mengapa pada hasil akhirnya banyak dari mahasiwa ini yang tidak berdaya guna dan memiliki prestasi lebih di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi…apa yang harus diperbaiki…?

Nasehat dari ku untukmu pendidik di negeri ini :
1. Ada nasehat dari seorang ulama kepada ku dalam tulisan beliau pada buku “Selagi Masih Muda” karya : DR. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni.
Salah satu bab dalam buku tersebut mengatakan “dengan apa kita mengejar ketertinggalan negeri kaum muslimin ini di bidang teknologi. Beliau mengatakan kepada kami para pemuda di negeri ini, dengan “agama” ini anda dapat mengejar ketertinggalan dari mereka, karena dengan Tauhid di dalam dadamu kamu mampu menegakkan kepala mu pada teknologi mereka.
2. Sebuah buku bagus yang yang belum aku dapat cari, nasehat dari seorang ulama yang berjudul “Optimislah, Anda Memiliki Semuanya. Karya DR. Khalid Umar Abdurrahman ad-Disugi. (ada yg mau bantu carikan..)

Dengan “Tauhid” ini kita bisa maju, untuk menegadahkan kepala kita di antara bangsa-bangsa maju di dunia ini.

Ke Al-Quds Aku Akan Kembali

2009 Januari 15
oleh Ismed Daulay

Pesan dari Jiwa untuk Para Mujahid yang Akan Berangkat ke Bumi Palestina.

Saudara-saudaraku, Para Mujahid!
Jika hari ini engkau telah memancangkan tekad untuk berangkat ke Bumi al-Quds, maka… read more…

Harum yang kekal dan abadi

2008 November 14
oleh Ismed Daulay

Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara’, ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.

Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, “Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper­malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku.” read more…

Antara Pemenang dan Pecundang

2008 Juli 10
oleh Ismed Daulay

Pemenang – selalu menjadi bagian dari penyelesaian.
Pecundang – selalu menjadi bagian dari persoalan.

Pemenang – selalu mempunyai rencana.
Pecundang – selalu mempunyai alasan (tidak mengerjakan sesuatu).

Pemenang – selalu berkata, biar saya kerjakan.
Pecundang – selalu berkata, itu bukan pekerjaan saya.

Pemenang – selalu melihat ada jawaban dalam setiap persoalan.
Pecundang – selalu melihat ada persoalan di dalam setiap jawaban.

Pemenang – selalu melihat green di setiap sandtrap.
Pecundang – selalu sandtrap di setiap green.

Pemenang – selalu berkata, masalahnya memang sulit, tetapi mungkin untuk diatasi.
Pecundang – selalu berpendapat, mungkin saja bisa diatasi, tetapi pasti sulit.

Anda yang mana?

Tulisan ini dikutif dari majalah Eksekutif, 2003

Rokok dan Agresivitas Anak

2008 Juli 10
oleh Ismed Daulay

Perempuan dan anak-anak menderita tambahan risiko kesehatan dari kebiasaan merokok. Asap tembakau terdiri dari lebih 4000 bahan kimia termasuk 43 diantaranya dikenal sebagai karsinogen. Tidak ada tingkatan yang aman dari paparan terhadap perokok pasif. read more…

Pria Eksekutif : Antara Kebahagiaan, Tekanan, dan Pesolek

2008 Juli 10
oleh Ismed Daulay

Tak ada orang yang ingin hidup susah. Setiap orang berusaha untuk dapat kebahagiaan. Umumnya mereka mencari “tempat” untuk menyatakan gaya hidupnya agar menimbulkan ketenangan dirinya. Fakta menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan sesuatu yang ilmiah. Merujuk pada perasaan yang sangat ditentukan oleh keadaan kimiawi otak. Ada juga yang menyatakan bahwa kebahagiaan pada prinsipnya adalah membuat orang senang (make someone happy). Jika kita membuat orang bahagia pasti kita bahagia. Mengambil istilah David G Meyers, feel good – do good (enak di hati enak melakukannnya).

Lelaki mempunyai cara tersendiri dalam mencari dan mengekspresikan kebahagiaan. Sebagian besar, menurut Opinion Research Corporation, pria lebih mengartikan “make someone happy” dengan ketulusan cinta yang diberikan pada orang lain. Bahkan cintanya mengalahkan segalanya. Dalam penelitian International Institute On Aging sebagian besar pria menuangkan rasa cinta dan kebahagiaannya dengan menjaga hubungan yang intens dalam keluarga dan teman. read more…

Segeralah Memulai

2008 Maret 24
oleh Ismed Daulay

Setiap pekerjaan besar, entah itu menjalankann perusahaan, penjualan tingkat tinggi, dalam sains atau pemerintahan, memerlukan orang yang berfikir untuk bertindak. Para eksekutif utama yang mencari tokoh kunci, menuntut jawaban terhadap pertanyaan : Apakah ia akan melaksanakan pekerjaan tersebut ?, Apakah ia akan menuntaskannya?, Apakah ia orang yang berinisiatif ? Dapatkah ia memberikan hasil, atau apakah ia hanya pandai omong ?
Semua pertanyaan ini mempunyai satu tujuan : Mencari tahu apakah orang tersebut adalah orang yang suka bertindak ?.
Gagasan yang bagus saja tidak cukup. Gagasan sederhana yang dilaksanakan dan dikembangkan, adalah seratus persen lebih baik daripada gagasan hebat yang mati karena tidak ditindaklanjuti. Tidak ada yang datang dengan hanya memikirkannya.

Ingatlah. Semuanya yang kita miliki di dunia ini, dari satelit hingga pencakar langit hingga makanan bayi, hanyalah suatu ide yang dilaksanakan.

Dikutip dari “Buku Entrepreuneur “

Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur

2008 Maret 24
oleh Ismed Daulay

KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.

read more…

Kisah Opera Keluarga “Buku Air Zam-Zam dan Anakku”

2008 Maret 4
oleh Ismed Daulay

Kisah ini berawal dari buku yang aku pinjam di salahsatu taman bacaan di Bandung yang cukup bagus. Judulnya “Bagaimana Membuat Anak Gemar Membaca” yang ditulis oleh seorang penulis muda dari Yogya yang cukup produktif. Buku-buku beliau banyak memberi inspirasi dan warna dalam hidupku.Setelah selesai membaca buku tersebut, aku menerapkan beberapa tips yang ada di dalam bab tersebut. Aku mulai dengan mengatur waktu dan anggaran untuk membeli buku bacaan untuk anakku. Waktu yang aku anggap sangat tepat telah hadir di Bandung dengan diadakannya “Pameran Pesta Buku” yang diadakan di awal bulan Februari. Sepulang kerja dari tempat kerjaku, aku pergi ke pameran pesta buku tersebut. Dengan anggaran yang terbatas aku hanya dapat membeli 5 buah buku kecil yang di jual dengan harga sangat murah jika aku bandingkan kalo membeli di toko buku. read more…