Rumahku Surgaku
Dalam arti umum, rumah adalah bangunan buatan manusia yang dijadikan tempat tinggal selama periode waktu tertentu. Rumah juga kadang menjadi tempat tinggal hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar atau sarang.
Rumah berbentuk ruangan yang dibatasi dinding dan atap, biasanya memiliki jalan masuk berupa pintu, bisa berjendela ataupun tidak. Lantainya bisa berupa tanah, ubin, keramik, atau bahan lainnya. Rumah modern biasanya lengkap memiliki unsur-unsur ini, dan ruangan di dalamnya terbagi-bagi menjadi beberapa kamar yang berfungsi spesifik, seperti kamar tidur, kamar mandi atau WC (Mandi Cuci Kakus), ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras, dan pekarangan.
Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, bersekolah, atau melakukan aktivitas lain, tetapi minimal rumah berfungsi sebagai tempat untuk tidur, baik bagi keluarga atau perorangan. Selebihnya, rumah juga digunakan sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan.
Ini adalah defenisi rumah yang ideal, tapi tidak semua orang bisa memenuhi kriteria ideal tersebut. Tapi kita bisa “menciptakan rumah” yang seperti impian rumah ini….
Rumah yang paling agung adalah rumah yang penghuninya menganggap kehidupan berumah tangga itu adalah suci; rumah yang memelihara, melindungi dan menjaga kehidupan berumah tangga tersebut; dan rumah yang menjadikan keimanan yang murni dan komitmen keagamaan yang tinggi sebagai pondasinya, yang dengannya seseorang dapat mengharapkan kebaikan dunia dan akhiratnya.
Apa enaknya kehidupan berumah tangga yang masing-masing suami istri tidak menghormati ikatan-ikatan yang harus dijaga kuat dan tidak memahami sedikitpun tentang makna kasih sayang? Penghuni rumah seperti ini tidak akan pernah bersatu pada satu ide pun atau sepakat atas satu tujuan pun, padahal ide dan tujuan tersebut mendorong mereka untuk saling melemparkan pandangan yang penuh kehangatan, salaing berbagi kegembiraan atau saling bersentuhan tangan. Semua ini juga tidak akan didapatkan, kecuali jika masing-masing pihak saling memperlakukan pihak lainnya dengan baik.
Perlakukan yang baik ini merupakam penangkal kehancuran hidup berumah tangga dan dermaga yang aman bagi penghuninya. Bahkan dalam kehidupan berumah tangga, sikap memperlakukan pihak lain dengan baik termasuk salah satu bentuk keimanan.
Tidaklah hancur sebuah rumah tangga, tidaklah lemah sebuah keluarga, dan tidaklah bertambah lebar jurang permusuhan antar anggota keluarga, kecuali karena buruknya sikap masing-masing pihak dalam memperlakukan pihak lain anggota keluarganya.
(Untuk saudaraku yang baru membangun “rumah” impiannya, semoga rumahmu menjadi surgamu)