Hari Tua
Dalam perjalanan angkutan umum, naik seorang bapak dengan usia separuh baya dengan wajah yang tenang dan sorot mata tajam ke semua penumpang yang ada di dalamnya termasuk aku. Dengan membawa 2 buah keranjang bambu lengkap dengan panggulannya. Di kedua sisi keranjang bambu tersebut tertulis “Tahu Sumedang”. Keranjang bambu tersebut sudah terbalik dengan itu persepsiku mengatakan telah habis isi dari keranjang tersebut.
Setelah 10 menit perjalanan ia naik, dia tersenyum kepada ku. Kemudian aku membalas senyumannya sambil mulai bertanya…baru pulang dagang pak? ya cep…(panggilan yg sering dilalukan orang Sunda kepada orang yg lebih muda usianya) padahal aku bukan orang Sunda.
Sedikit aku bertanya turun di mana pak? di Gegerkalong mau ke Parongpong Ciwaruga, kemudian aku membuka pembicaraan dengan sedikit lebih serius…Dagang dimana aja pak setiap hari…di sekitar simpan Dago sampai rumah sakit Borromeus. Alhamdulillah dari rumah jam 5 pagi selesai shalat shubuh sampe jam 11 an udah pada abis..Sambil olahraga Cep, biar badan sehat dan jiwa lebih tenang..
Dari pembicaraan tersebut, terlihat beliau lebih tenang dan merasa sangat bersyukur dengan kehidupan di hari tuanya tersebut. Dia sedikit bercerita tentang kehidupan masa mudanya yang pernah ia lakukan dengan merantau dari Sumatera sampe di Kalimantan Timur membuka usaha “Tahu Sumedang”, sekarang saya senang…. Adik saya udah buka di Pekan Baru dan satu lagi di Balikpapan…kalo saya sekarang di Bandung aja. Tidak ada sedikitpun kekhawatiran dalam raut wajahnya yang mencerminkan jiwanya yang tenang.
Sedikit pesan yang ia sampaikan sebelum dia mau turun, saya sangat menikmatin masa tua saya, di saat banyak orang yang sakit di masa tuanya dan gelisah dengan kehidupan anak-anaknya yang takut akan kemiskinan. Saya merasa sangat senang dan tenang walaupun dengan membawa 2 buah keranjang bambu ini. Kemudian ia turun dengan senyumannya……
Kemudian aku berpikir dengan masa tua yang pasti akan kita hadapin dan kita tidak dapat menghindar darinya…Ada orang yang menikmati hari tuanya tetapi banyak juga orang yang khawatir tentang hari tuanya. Semoga kita mempersiapkan dan merencanakan hari tua kita sejak kita memulai “langkah” dalam kehidupan ini.