Kisah Opera Keluarga “Buku Air Zam-Zam dan Anakku”

2008 Maret 4
by Ismed Daulay

Kisah ini berawal dari buku yang aku pinjam di salahsatu taman bacaan di Bandung yang cukup bagus. Judulnya “Bagaimana Membuat Anak Gemar Membaca” yang ditulis oleh seorang penulis muda dari Yogya yang cukup produktif. Buku-buku beliau banyak memberi inspirasi dan warna dalam hidupku.Setelah selesai membaca buku tersebut, aku menerapkan beberapa tips yang ada di dalam bab tersebut. Aku mulai dengan mengatur waktu dan anggaran untuk membeli buku bacaan untuk anakku. Waktu yang aku anggap sangat tepat telah hadir di Bandung dengan diadakannya “Pameran Pesta Buku” yang diadakan di awal bulan Februari. Sepulang kerja dari tempat kerjaku, aku pergi ke pameran pesta buku tersebut. Dengan anggaran yang terbatas aku hanya dapat membeli 5 buah buku kecil yang di jual dengan harga sangat murah jika aku bandingkan kalo membeli di toko buku.

Di mulailah kisah tersebut, anakku seorang balita perempuan 2,8 tahun di saat aku membaca buku itu. Berawal merepakkan tips pertama mengenalkan gambar dan warna-warna yang menarik pada ke 5 buku tersebut. Kemudian dia mulai ingin dibacakan buku-buku tersebut dengan serius. Ada buku berwarna biru yang cukup bagus design cover dan ilustrasi gambarnya yang menjadi kegemarannya. Buku tersebut berjudul “Kisah Air Zam-Zam”. Hampir setiap malam sebelum tidur kami membacakan buku tersebut sampai ia puas dan senang. Kadang-kadang bosan juga membacakan buku tersebut setiap malam sampai beberapa minggu sebelum ia tidur.

Sampai pada puncaknya, kisah ini berawal dari Senin malam aku membacakan buku tersebut. Saat ini aku begitu letih karena pagi sampai sore harinya aku baru beresin pindahan ruangan di kantor ku. Tanpa ada perencanaan yang matang hari itu harus segera beresin pekerjaan dengan cepat. Letih, tapi aku terus berusaha memulai membaca buku tersebut dengan senang agar anakku senang dan menerima informasi dan hikmah yang ada di dalam buku tersebut.

Aku menceritakan tentang kisah mulai Air Zam-Zam. Pelaku utama dalam buku tersebut adalah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, Bunda Sarah dan Nabi Ismail. Dalam buku yang di tulis dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah di pamahami oleh setiap orang dewasa yang membacanya. Di kisahkan dalam buku tersebut bagaimana mulanya air zam-zam keluar dari dalam bumi di tanah tandus dan gersang di padang pasir. Ibunda Siti Hajar dengan kesabaran dan berserah diri kepada Allah untuk berusaha mencari sumber air di padang pasir yang tandus di antara 2 bukit sambil berlari-lari kecil. Sampai akhirnya dengan izin Allah, air keluar dari dalam bumi di bawah kaki mungil Ismail. Air tersebut sampai hari ini tidak pernah habis dan kering di minum oleh jutaan orang di seluruh dunia setiap hari dan tahunnya.

Sampai pada akhirnya, sebuah kata yang keluar dari mulut mungil ananku yang baru berumur 2,8 tahun. Bi…(panggilan untuk ayahnya), ayo kita pergi lihat air zam-zam…tersentak jantungku berdetak kencang. Sebuah pernyataan yang membuat aku berhenti sejenak untuk membaca. Kemudian aku berpikir sebuah kota suci bagi kaum muslimin yaitu Mekkah dimana air zam-zam itu berada. Ku panjatkan doa dalam hati ku…Amin. Ayo Salma kalo mau pergi kesana, Salma sekarang doa dulu. Kemudian ia mengangkat tangannya yang mungil dengan jari-jarinya yang gendut. Ya Allah..Salma, Abi, Ummi dan adek bayi (yg masih dalam kandungan) mau pergi lihat air zam-zam, kemudian kami mengaminkan doa dari hati yang polos tersebut.

“Ya Allah amin kan doa anakku ini, agar kami bisa pergi ke rumah-Mu sebelum ruh ini berpisah dari jasadnya.”

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS