Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur

2008 Maret 24
by Ismed Daulay

KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.


Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.

Bisnis modern? Apalagi! Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru” pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi disain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.

Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.

Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.
Raudsepp, peneliti dari Princeton Research Inc.

Tulisan ini aku kutip dari “Buku Entrepreneur”

3 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Maret 30

    memang tidak mudah menjadi entrepreneur.

  2. 2008 September 8
    bayhakidevayan permalink

    menurut saya pribadi, tampil berbeda disini, tidak hanya “membangkang” dari bisnis usaha orang kebanyakan, membangkang maksudnya berani berbisnis seperti pengusaha sejati, siap masuk hutan keluar hutan, membangun bisnis benar-benar dari tanah kosong menjadi tanah produktif. ini yang jarang disukai generasi muda saat ini,karena alasan gengsi.dan medan juang yang terlalu berat. sehingga mengakibatkan lahan kosong masih bertebaran dimana-mana di seluruh pelosok indonesia.

  3. 2008 September 8
    Ismed Daulay permalink

    Benar kawan, kita butuh semangat dan impian yang besar. Tapi kemungkinan semua itu ada..

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS