Rokok dan Agresivitas Anak

2008 Juli 10
by Ismed Daulay

Perempuan dan anak-anak menderita tambahan risiko kesehatan dari kebiasaan merokok. Asap tembakau terdiri dari lebih 4000 bahan kimia termasuk 43 diantaranya dikenal sebagai karsinogen. Tidak ada tingkatan yang aman dari paparan terhadap perokok pasif.

1. Diperkirakan, merokok di awal kehamilan meningkatkan perilaku agresif pada si anak kelak sebanyak 25%.

2. Bila si ibu merokok saat anaknya berusia 5 tahun, angka tersebut meningkat 16%, menjadi 41%.

3. Secara signifikan terbukti, anak-anak dari ibu yang menghisap lebih dari setengah bungkus rokok per hari saat hamil cenderung mengalami gangguan perilaku dibandingkan dengan anak-anak dari ibu bukan perokok.

4. Gangguan perilaku yang timbul pada anak dari ibu yang merokok pada saat hamil adalah: cengeng, terlalu penakut, cemas atau gelisah, antisocial, menarik diri, tidak bisa bergaul dengan orang lain, sulit bergaul dengan sebayanya, sulit konsentrasi, gangguan atensi, tidak dapat duduk tenang, hiperaktif, koordinasi tubuh buruk, canggung, selalu mendebat, tidak patuh, keras kepala, pemarah, emosi cepat berubah, penggugup, gangguan belajar terutama pada bidang matematika dan bahasa, lebih lambat menerima pelajaran dan hasil tes lebih rendah.

5. Secara fisik, anak-anak yang semasa dalam kandungan terpapar asap rokok bertubuh lebih pendek serta memilki volume otak lebih kecil.

6. Penyakit-penyakit pada anak yang terpapar asap rokok antara lain: penyakit pada saluran pernapasan seperti asma, bronchitis dan pneumonia, penurunan fungsi paru, serta infeksi telinga bagian tengah.

7.Salah satu penelitian menyebutkan, efek rokok selama kehamilan pada anak baru akan hilang setelah anak berusia 14 tahun. Dan setelah dewasa mereka pun cenderung untuk merokok juga.

Sumber: Lembar Fakta Yayasan Mitra Inti

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS