<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ismed Daulay Blog</title>
	<atom:link href="http://ismed.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismed.wordpress.com</link>
	<description>Jadilah engkau seorang muslim yang paling banyak manfaatnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2009 04:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ismed.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f5166cf92fd51433f171e64ac262558b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ismed Daulay Blog</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Waktu Kita Sedikit</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/10/12/waktu-kita-sedikit/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/10/12/waktu-kita-sedikit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 04:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan dari Facebook  Abdullah Al-Faruq
Ya, waktu kita sedikit. Kita sudah berada di ujung zaman. Kita berada dimana kiamat sudah menjelang. Berapa banyak waktu yang telah kita gunakan dalam hidup ini. Sudahkah kita menggunakan beberapa jenak waktu kita untuk bersama dengan orang-orang shaleh guna melembutkan hati kita, agar arah hidup kita lebih lurus? Kebersamaan kita adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=91&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan dari Facebook  <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1712662781">Abdullah Al-Faruq</a></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, waktu kita sedikit. Kita sudah berada di ujung zaman. Kita berada dimana kiamat sudah menjelang. Berapa banyak waktu yang telah kita gunakan dalam hidup ini. Sudahkah kita menggunakan beberapa jenak waktu kita untuk bersama dengan orang-orang shaleh guna melembutkan hati kita, agar arah hidup kita lebih lurus? Kebersamaan kita adalah wujud kasih sayang dan cinta Allah ta&#8217;ala. Mahal dan istimewanya kebersamaan kita, pernah disinggung oleh Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anhu dalam perkataannya, “Tidak ada karunia Allah yang lebih baik bagi seseorang setelah ia masuk Islam, dari karunia memiliki saudara yang shalih”. Shahabat rasul yang terkenal ketegasannya dalam membela kebenaran itu lalu berpesan, “ Jika di antara kalian ada yang merasa senang dengan saudaranya hendaknya ia memegang saudaranya itu dengan kuat”. <span id="more-91"></span>Karena itu saudaraku, jangan menjauh dan kuatkanlah tekad untuk tetap bersama-sama di sini. Kita harus rela menebus apapun, agar kebersamaan kita tetap terpelihara. Saudaraku, peganglah kuat-kuat saudara-saudara shalih kita. Dalam kondisi taat, saudara yang shalih akan mendorong kita untuk berbuat ketaatan yang lebih banyak lagi. Dalam kondisi lalai saudara yang shalih akan mengingatkan kita dari kelalaian. Dalam kondisi hati kita tersayat dan terluka oleh dosa, saudara yang shalih akan membantu mengobati kita dan membuat kita pulih kembali. Duduklah bersama mereka. Membaca ayat-ayat Allah, merenungi petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, atau hanya sekedar bertatap muka. Itulah kebiasaan para salafusshalih dahulu. Mereka gemar bermujalasah atau duduk bersama-sama orang-orang shalih yang bisa menentramkan hati. Ahmad bin Abi al-Hawari ad-Dimasyqi, salah satu tokoh generasi tabi&#8217;in, biasa duduk-duduk dan berdekatan bersama orang-orang shalih saat ia merasakan kekesatan hati. “Jika engkau merasakan kekesatan dalam hatimu maka duduklah dengan orang-orang berzikir dan orang-orang zuhud, “ begitu katanya. Datanglah kerumah-rumah saudara mereka, seperti yang dilakukan oleh Mimun bin Mahran yang pergi kepada guru generasi tabi&#8217;in Hasan al-Bashri rahimahullah. Maimun mengetuk pintu rumah Hasan al-Bashri dan berkata, “Wahai Abu Sa&#8217;id aku mulai merasakan kekasaran dalam hatiku bantulah aku melembutkannya” Ada saja orang yang memiliki kekuatan hati seperti itu. Ada saja orang yang mampu memberi kesejukan dalam diri sesorang. Mereka adalah orang-orang yang selama ini ada dan berjalan bersama kita di sini di jalan menyebarkan dan mengajak kepada kebaikan jalan yang pernah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul. Meski derajat mereka tidak seperti sahabat tapi pancaran cahaya wajah mereka membuat siapa saja menjadi luluh. Mungkin saja ada di antara mereka yang tidak berasal dari kalangan shahabat, bukan pula dari tabi&#8217;in atau dari generasi berikutnya akan tetapi kata-kata mereka meluluhkan karatan-karatan yang ada dalam hati. Darimana kita mendapat orang-orang seperti itu? “Hati bisa merasakan apa yang tidak dilihat oleh mata”, kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Hatilah yang akan menuntun kita untuk mendapatkan orang-orang shalih yang kita butuhkan. Seharusnya bagi orang-orang beriman tidak terlalu sulit menilai dan membedakan sesuatu. “Seseorang tidak mungkin merahasiakan sesuatu dalam dirinya, karena Allah akan menampakkan rahasia itu pada raut wajah dan untaian lisan” kata Ibnu Taimiyah lagi. Karena itu pertajam mata hati kita. Jangan kotori dengan lumpur dosa yang membuatnya jadi kelam. Sebab hati orang beriman memiliki firasat untuk menilai sesuatu. Firasat iman namanya. Ia akan membantu kita guna menemukan kebenaran. Seperti firasat ahli hadits saat memeriksa apakah satu hadits shahih atau dha&#8217;if, terkadang mereka menilainya melalui firasat mereka yang tajam sebelum memutuskan derajat sebuah hadits. Begitulah seterusnya. Setelah itu gunakan waktu sebaik mungkin untuk bermunajat dengan Allah. Rasakan keindahan kata yang dikatakan oleh Muslim bin Yasar, “Tidak ada kenikamatan selain bemunajat dengan Allah”. Selain di masjid, sudut-sudut rumah kita sangat bagus digunakan sebagai tempat bermunajat. Sujudlah di sana, perbanyaklah doa di sana, berkeluh kesahlah padaNya. Bakr bin Abdullah al-Muzani berkata, ”Ada apa denganmu wahai Ibnu Adam, menyepilah di antara dirimu dan mihrab, berdirilah di sana menemui Tuhanmu. Tidak ada penghalang antara dirimu dengan rabbmu&#8221;. Rahmah dan kasih sayang Allah begitu luas. Lebih luas dari lautan dan alam semesta, bahkan lebih luas dari pengertian luas yang kita pahami. Mungkin inilah sebabnya Allah menunda memberi hukuman atau ujian kepada sekelompok umat, tujuannya agar ummat tersebut segera memperbaiki diri mereka, bertaubat dan segera berbenah dari berbagai kelalaian. Karena itu segeralah bertaqarrub padaNya. Ingat berbagai macam karuniaNya pada kita. Syukurilah itu semua dengan segera melakukan berbagai macam ketaatan. Mari kita simak pecakapan antara Umar bin Abdul Aziz dengan putranya Abdul Malik. “Wahai anakku, aku ingin istirahat. Aku lelah setelah semalam mengurus jenazah kakekmu Sulaiman bin Abdul Malik. Karena itu, jangan kau bangunkan aku sampai waktu zuhur tiba”, kata Umar “Wahai Amirul Mu&#8217;minin, siapakah yang kau harap menyelesaikan urusan kaum Muslimin yang menunggumu guna memutuskan perkara mereka?”, kata Abdul Malik. “Aku lelah wahai anakku, nanti saja setelah shalat Zuhur aku menyelesaikan perkara mereka”, jawab Umar. Dengan penuh rasa hormat ia mencoba mengingatkan ayahnya, “Man yadhmanu laka an ta&#8217;iisya ilaz zhuhri (siapa yang telah memberi jaminan kepadamu wahai ayah bahwa engkau masih hidup sampai zuhur?”. Sesaat setelah mendengar itu, sang khalifah yang wara&#8217; ini tiba-tiba bergetar hebat mendengarkan perkataan anak yang ia cintai. Ia tidak menduga anaknya yang masih kecil itu sanggup mengucapkan perkataan yang mengandung penjabaran tauhidurrububiyah yang sangat jelas. Ucapan itu tiba-tiba mengenyahkan rasa lelahnya. Sejurus kemudian, sang khalifah memanggil anaknya agar mendekat. Setelah sang anak mendekat, khalifah yang zuhud ini memegang kepala Abdul malik, meletakkan hidung dan bibirnya di antara kedua kening sang anak lalu berkata, “Alhamdulillahil ladzi akhraja min shulbi man yau&#8217;iinunii ala diiniy (segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari keturunanku yang membantuku taat kepada agamaku)”. Setelah itu keduanya berangkat ke masjid, dan khalifah yang zuhud itu menyelesaikan urusan rakyatnya yang telah lama menanti kehadiran sang khalifah. Beginilah kia seharusnya menyikapi perjalanan waktu. Memanfaatkan segala momen untuk menambah kualitas hidup kita. Disamping selalu bertaqarrub pada Allah dengan berbagai ibadah juga dengan selalu bersama orang-orang shalih, bermajelis dengan mereka dan mendengar nasehat-nasehatnya serta meneladani prihidupnya, agar perjalanan kehidupan kita lebih terarah. Sebab waktu kita sedikit. Kita berada di lorong kehidupan yang panjangnya segera akan berakhir. Wllahu&#8217;alam&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=91&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/10/12/waktu-kita-sedikit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islamic Hijri Calendar</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/10/01/islamic-hijri-calendar/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/10/01/islamic-hijri-calendar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 01:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/2009/10/01/islamic-hijri-calendar/</guid>
		<description><![CDATA[Free Hijri Date
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=89&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="visibility:hidden;width:0;height:0;" border="0" width="0" height="0" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI1NDM4NzQ*NTM2NiZwdD*xMjU*Mzg3NDg*OTE2JnA9MjM4OTgxJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPTRmODQ5YTAxNWUwOTRjNzA4MWZmMmZiN2NjMzI2MzlkJm9mPTA=.gif" /><DIV style="float:left;text-align:center;"><A href="http://www.al-habib.info/islamic-calendar/" style="font-size:8px;color:red;text-decoration:none;"><IMG style="border:0;width:120px;" alt="Islamic Calendar Widgets by Alhabib" border="0" src="http://js.al-habib.info/phpimg2.php?ic=green&amp;it=rect&amp;ad=-7"><BR><SPAN style="font-size:8px;color:red;text-decoration:none;">Free Hijri Date</SPAN></A></DIV></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=89&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/10/01/islamic-hijri-calendar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI1NDM4NzQ*NTM2NiZwdD*xMjU*Mzg3NDg*OTE2JnA9MjM4OTgxJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPTRmODQ5YTAxNWUwOTRjNzA4MWZmMmZiN2NjMzI2MzlkJm9mPTA=.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kehormatan Pemimpin</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/09/28/menjaga-kehormatan-pemimpin/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/09/28/menjaga-kehormatan-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 01:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya keberadaan pemimpin diantara kamu berhak untuk kamu jaga kehormatan dirinya. Apa dasar dari kita berhak untuk menjaga kehormatan tersebut : Sesungguhnya Rasulullah SAW telah menekankan kepada kita untuk menghormati pemimpin dan melarang untuk mencelanya, beliau bersada :
&#8220;Para penguasa adalah naungan Allah dimuka bumi. Barangsiapa yang memuliakan penguasa, Allah akan memuliakannya. Barang siapa menghina penguasa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=86&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sesungguhnya keberadaan pemimpin diantara kamu berhak untuk kamu jaga kehormatan dirinya. Apa dasar dari kita berhak untuk menjaga kehormatan tersebut : Sesungguhnya Rasulullah SAW telah menekankan kepada kita untuk menghormati pemimpin dan melarang untuk mencelanya, beliau bersada :</p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em>&#8220;Para penguasa adalah naungan Allah dimuka bumi. Barangsiapa yang memuliakan penguasa, Allah akan memuliakannya. Barang siapa menghina penguasa, Allah akan menghinakannya&#8221;(HR. Al-Baihaqi, 17/6, Ibnu Abi Ashim, dalam  As-Sunnah 2/698. Lihat Ash-Shahihah, 5/376.)</em></span></p>
<p>&#8216;Abbdulah bin al-Mubarak berkata, <span style="color:#3366ff;"><em><span style="color:#3366ff;">&#8220;</span><span style="color:#3366ff;">B</span></em><em>arangsiapa meremehkan ulama maka akhiratnya hancur, dan barangsiapa meremehkan pemimpin maka dunianya akan hancur.&#8221; (Dikeluarga Abu &#8216;Abdirrahman as-Sulami, dalam Adab Suhbah, 41 dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, 32/444.)</em></span> Kalau mencela dan menggunjing sesama muslim secara umum saja dilarang, lantas bagaimana mencela ulama dan umara? Tentu lebih dahsyat, karena efek yang ditimbulkan jauh lebih besar, sebab jika sesorang pemimpin telah dibenci oleh rakyatnya, maka akan hilang wibawanya di hati mereka. Dan bila itu terjadi, maka yang akan terjadi adalah kerusakan, pemberontakan dan kekacauan. Semoga Allah merahmati Abbdulah bin &#8216;Ukaim tatkala mengatakan tentang fitnah zaman khalifah Utsman, <em><span style="color:#3366ff;">&#8220;Saya menilai bahwa menyebutkan kejelekannya adalah kunci untuk menumpahkan darahnya.&#8221; (Dikeluarkan Ibnu Sa&#8217;ad, 6/115, Al-Fasawi dalam Al-Ma&#8217;rifah wa Tarikh, 1/213.)</span></em></p>
<p>Subhanallah, begitu tingginya kita untuk menjaga kehormatan diri seorang muslim apalagi Ulama dan Umara. Di akhir zaman ini dimana kemerosotan moral dan akhlak begitu sangat memilukan, sulit sekali kita melihat seorang muslim yang berusaha untuk menjaga kehormatan diri mereka. Kita terkadang sibuk untuk mencari kesalahan-kesalahan pada diri mereka tetapi kita tidak pernah sibuk untuk mencari kesalahan/kekurangan pada diri kita sendiri dan kita berusaha untuk memperbaiki diri kita sendiri. Apakah kita hanya bisa mencela tetapi tidak mampu memperbaiki ? Seorang muslim dia tidak hanya cukup menjadi muslim yang &#8220;mukmin&#8221; (yang baik untuk dirinya) tetapi dia berusaha untuk menjadi seorang muslim yang &#8220;muslih&#8221; (yang baik untuk dirinya dan dapat memperbaiki orang lain). Kita semua berharap semoga kita kelak menjadi pribadi-pribadi muslim yang muslih yang mana dia baik untuk dirinya tetapi juga bisa memperbaiki keadaan yang rusak, bukan malah menambah kerusakan yang telah ada ditengah masyarakatnya. Selamat berjuang saudaraku, semoga Allah memperbaiki diri kita dengan kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>&#8220;Demonstrasi Solusi atau Polusi&#8221; karya Abu Ubaidah Yusuf  Bin Mukhtar As-Sidawi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=86&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/09/28/menjaga-kehormatan-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Sesudah Ramadhan?</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/09/24/apa-sesudah-ramadhan/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/09/24/apa-sesudah-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 04:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[
Kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Berpisah dengan siangnya yang begitu indah dan malamnya yang begitu harum semerbak.
Kita berpisah dengan bulan Qur’an, bulan ketakwaan, kesabaran, Jihad, magfirah dan bulan pembebasan dari api neraka. Maka faedah apa yang sudah kita raih dari sekian banyak buah-buah Ramadhan yang begitu agung dan naungan-Nya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=83&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p>Kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Berpisah dengan siangnya yang begitu indah dan malamnya yang begitu harum semerbak.</p></div>
<p align="justify">Kita berpisah dengan bulan Qur’an, bulan ketakwaan, kesabaran, Jihad, magfirah dan bulan pembebasan dari api neraka. Maka faedah apa yang sudah kita raih dari sekian banyak buah-buah Ramadhan yang begitu agung dan naungan-Nya yang begitu luas?</p>
<p align="justify">Apakah dalam jiwa kita telah terwujud ketakwaan sehingga kita keluar dari madrasah Ramadhan dengan predikat orang-orang yang bertaqwa? Dan apakah kita senantiasa sabar dalam ketaatan dan menjauhi ma’siat? Apakah kita telah mentarbiyah (mendidik) jiwa kita untuk melakukan berbagai bentuk jihad? Apakah kita telah berjihad melawan hawa nafsu dan mampu mengalahkannya ? Ataukah kita berhasil dikalahkan oleh kebiasaan-kebiasaan dan prilaku-prilaku buruk? Apakah kita telah berusaha sekuat tenaga untuk meraih rahmat, Magfirah-Nya dan pembebasan-Nya dari api neraka? Apakah….Apakah….Apakah…? Begitu banyak pertanyaan yang menyelimuti hati seorang muslim sejati yang senantiasa mengoreksi dirinya dan menjawabnya dengan jujur dan terus terang.</p>
<p align="justify">Ramadhan adalah madrasah imaniyah tempat persinggahan ruh untuk mempersiapkan bekal di sisa –sisa kehidupan kita di dunia. Maka kapan lagi seseorang akan mengambil bimbingan, pelajaran dan manfaat, untuk merubah kehidupannya jika ia tidak melakukannya pada bulan suci ini.<span id="more-83"></span></p>
<p align="justify">Bulan Ramadhan merupakan madrasah untuk mengadakan perubahan amalan, perilaku, kebiasaan dan akhlaq yang bertentangan dengan syariat Allah Azza Wa Jalla. Allah berfirman:</p>
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ الرعد :92</span></strong></p>
<p align="justify"><span style="color:#3366ff;"><em>“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra’du : 92)</em></span></p>
<p align="justify">Saudaraku yang tercinta ….. Saudariku muslimah.</p>
<p align="justify">Jika anda termasuk orang-orang yang mampu meraih faedah-faedah Ramadhan dan anda mewujudkan ketakwaan pada diri anda, berpuasa dengan benar, mengerjakan qiamullail dengan khusyu’ dan bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu maka hal tersebut dapat kita syukuri serta kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar sikap tersebut konsisten sampai kembalinya ruh kehadirat-Nya.</p>
<p align="justify">Maka hati-hatilah dan jangan sekali-kali termasuk orang-orang yang dimaksud dalam surat An Nahl ayat 92, Allah  Azza Wa Jalla berfirman :</p>
<p align="justify">
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">وَلاَ تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا  النحل :92</span></strong></p>
<div>
<p><em><span style="color:#3366ff;">“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah di pintal”</span></em></div>
<p align="justify">Apakah anda telah melihat seorang wanita yang memintal benang untuk dibuat sebuah baju kemudian ketika ia senang melihat baju tersebut ia menguraikan kembali pintalan-pintalan tersebut tanpa sebab! Maka apa komentar orang-orang terhadap perbuatan tersebut ?</p>
<p align="justify">Seperti inilah halnya seseorang yang kembali ke jalan kemaksiatan, kefasikan, kesesatan, kegelapan dan melepaskan ketaatannya kepada Allah serta tidak lagi beramal sholeh setelah selesainya Ramadhan setelah ia merasakan nikmatnya letaatan dan ketakwaan, nikmatnya berdo’a kepada-Nya ia kembali pada pahitnya dan sengsaranya kemaksiatan dan kegelapan !!</p>
<p align="justify">Berkata Syekh Shalih Fauzan “Sesungguhnya kebanyakan dari manusia waktu-waktunya berlalu dengan sia-sia sesudah ied dengan begadang, tarian-tarian daerah, bermain yang melalaikan, sehingga mungkin saja mereka meninggalkan shalat-shalat pada waktunya atau shalat berjama’ah, seakan-akan mereka dengan perbuatan itu ingin menghapuskan pengaruh Ramadhan pada jiwa-jiwa mereka jika mempunyai pengaruh, lalu memperbarui kehidupannya bersama syaithan yang jarang bermuamalah dengannya pada bulan Ramadhan”</p>
<p align="justify">Maka alangkah nistanya sekelompok manusia yang mengenal Allah hanya di bulan Ramadhan. Imam Wuhabi bin Al Ward pernah melewati sekelompok manusia yang sedang asyik bermain pada hari ied, kemudian ia berkata kepada mereka :”Sungguh mengherankan kalian itu, kalau memang Allah telah menerima puasa kalian apakah semacam ini cara kalian bersyukur dan jika Allah tak menerima amalan puasa kalian apakah semacam ini cara kalian takut”</p>
<p>Saudara-saudaraku tercinta…</p>
<p>Ada  beberapa indikasi yang menunjukkan terjerumusnya manusia dalam hal tersebut diantaranya :</p>
<ol>
<li> Orang-orang sudah tidak lagi memperhatikan shalat berjamaah yang bisa kita lihat pada hari pertama di hari raya dimana pada saat Ramadhan masjid dan mushalla selalu padat dengan para jama’ah shalat tarawih yang itu hukumnya sunnah tetapi setelah itu jama’ah mulai berkurang pada shalat lima waktu yang hukumnya wajib dan hal ini bisa menjadikan orang menjadi kafir jika meninggalkannya.</li>
<li>Menyebarnya kembali nyanyian, film-film, berhias dan menyingkap wajah (bagi wanita) dan bercampurnya pria dan wanita (bukan mahram) di tempat-tempat rekreasi serta pergi ke tempat-tempat hiburan pria dan wanita untuk pacaran dan lain-lain.</li>
<li>Melancong ke beberapa negara untuk kemaksiatan dimana orang-orang baik secara kolegial maupun individu berbondong-bondong mendatangi biro-biro perjalanan untuk memperoleh tiket ke luar negeri dengan tujuan negara-negara non Islam yang penuh dengan kekufuran, kemaksiatan, kerusakan moral dan lainnya.</li>
</ol>
<div>
<p>Ini merupakan salah satu tanda tidak diterimanya amal –naudzubillahi- karena hakekat seseorang berpuasa adalah ia bahagia di hari ‘Iedul fitri, bertahmid dan bersyukur kepada Allah atas kesempurnaan puasanya. Di waktu yang sama ia menangis karena khawatir Allah tidak menerima ibadah puasanya. Sebagaimana dulu para salafus shalih menangis selama 6 bulan setelah Ramadhan untuk memohon kepada Allah Azza Wa Jalla supaya ibadah puasanya diterima di sisi-Nya.</p></div>
<div>
<p>Diantara indikasi diterimanya amalan ibadah seorang hamba adalah keadaannya menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal ketaatan dan ketundukannya terhadap syari’at-syari’at Islam. Allah berfirman :</p></div>
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">وَإِذْ تـَأَذَّنَ رَبـُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيدَنــَّكُمْ    إبراهيم :7</span></strong></p>
<div><em><span style="color:#3366ff;">“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim :7)</span></em></div>
<p align="justify">Artinya bertambahnya kebaikan baik zhohir maupun batin yang berupa bertambahnya keimanan dan amal sholeh. Oleh karena itu seandainya seorang hamba memiliki kesungguhan dalam mensyukuri nikmat-nikmat Allah maka kebaikan dan ketaatannya terhadap syariat-syariat-Nya akan meningkat dan mampu menjauhi kemaksiatan. Sebagaimana telah di katakan oleh para salafusshaleh : ”Syukur adalah meninggalkan kemaksiatan”</p>
<p align="justify">Setiap seorang hamba harus senantiasa taat kepada Allah Azza Wa Jalla dan komitmen dengan syari’at-syari’at-Nya serta istiqomah dengan agama-Nya. Allah berfirman :</p>
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ   الحجر :99</span></strong></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em>“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al Hijr:99)</em></span></p>
<div>
<p>Jangan bersikap seperti rubah yang beribadah kepada Allah Azza Wa JAlla sebulan kemudian bermaksiat di bulan yang lain atau beribadah kepada-Nya di suatu tempat tapi bermaksiat di tempat yang lain atau ! Namun hendaknya ia memahami bahwa Tuhan Pemilik Ramadhan adalah juga Tuhan Pemilik bulan-bulan lain dan Ia Pemilik semua waktu dan tempat, agar senantiasa berada di jalan-Nya yang lurus sampai ia kembali kehadirat-Nya dalam keadaan diridhai oleh-Nya. Allah Azza Wa Jalla berfirman :</p></div>
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">فَاسْتَقِيْمُوْا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ  فصلت : 6</span></strong></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em>“Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya”(QS. Fushshilat :6)</em></span></p>
<p>Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :</p>
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ </span></strong></p>
<p><em><span style="color:#3366ff;">“Katakan aku beriman kepada Allah kemudian beristiqomahlah” (HR. Muslim)</span></em></p>
<div>
<p>Kalau seandainya puasa Ramadhan telah selesai masih ada puasa-puasa sunnah lainnya seperti puasa enam hari di bulan Syawwal, puasa hari Senin dan Kamis, puasa di tengah bulan (tanggal 13,14 dan 15 bulan hijriyah), puasa ‘Asyuro dan Arofah dan lainnya. Kalau qiyamur Ramadhan sudah berakhir maka masih ada qiyamullail yang disyariatkan dilakukan setiap malam.Dan seandainya shodaqoh dan zakat fitri di bulan Ramadhan sudah ditunaikan, masih ada zakat wajib lainnya.</p></div>
<div>
<p>Demikianlah hakekat amalan sholeh yang bisa dilakukan sepanjang masa. Untuk itulah bersungguh-sungguhlah wahai Saudaraku  seiman untuk senantiasa taat kepada Allah Azza Wa Jalla dan jauhilah kemalasan dan kelesuan dan jika anda enggan melaksanakan amalan-amalan sunnah maka jangan sekali-kali meninggalkan dan melalaikan kewajibanmu seperti shalat lima waktu yang harus dilakukan tepat pada waktunya dan dengan berjama’ah dan jangan sekali-kali terjerumus kepada kemaksiatan dengan berkata-kata, makan, minum, melihat dan mendengarkan hal-hal yang diharamkan.</p>
<p>Demi Allah beristiqamahlah dan qomitmenlah pada agama-Nya di sepanjang masa karena engkau tidak tahu kedatangan malaikat maut. Jangan sampai ia datang dan engkau dalam keadaan maksiat kepada Allah Azza Wa Jalla. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :</p></div>
<p align="right"><strong><span style="font-size:small;">يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبـــِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ</span></strong></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><em>“Ya Allah, Pembolak-balik hati, tetapkanlah hatiku pada agamamu”(HR. Ahmad)-Al Fikrah-</em></span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><span style="color:#000000;">Dikutif dari www.wahdah.or.id</span><em><br />
</em></span></p>
<div>
<p><em>-Mustafa Ahmad-</em></div>
<p>Maraji’: Madza ba’da Ramadhan, Riyadh bin Abdurrahman Al Haqiil</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=83&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/09/24/apa-sesudah-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Menjaga Keimanan di Keluarga &#8230;</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/09/24/pentingnya-menjaga-keimanan-di-keluarga/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/09/24/pentingnya-menjaga-keimanan-di-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 02:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini aku kutip dari Murrobiku &#8220;Ustadz  Abu Yahya Purwanto&#8221; (pada catatan Facebooknya)
&#8220;Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka 1427, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.&#8221; (QS. 52:21)
1427 Maksudnya: anak cucu mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=79&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan ini aku kutip dari Murrobiku &#8220;Ustadz  Abu Yahya Purwanto&#8221; (pada catatan Facebooknya)</p>
<p><span style="color:#3366ff;">&#8220;Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka 1427, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.&#8221; (QS. 52:21)</span><br />
<span style="color:#00ccff;">1427 Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka di surga.</span></p>
<p>Terjemah tafsir As Sa&#8217;diy :</p>
<p>وهذا من تمام نعيم أهل الجنة، أن ألحق الله [بهم] ذريتهم الذين اتبعوهم بإيمان أي: الذين لحقوهم بالإيمان الصادر من آبائهم، فصارت الذرية تبعا لهم بالإيمان، ومن باب أولى إذا تبعتهم ذريتهم بإيمانهم الصادر منهم أنفسهم، فهؤلاء المذكورون، يلحقهم الله بمنازل آبائهم في الجنة وإن لم يبلغوها، جزاء لآبائهم، وزيادة في ثوابهم، ومع ذلك، لا ينقص الله الآباء من أعمالهم شيئا، ولما كان ربما توهم متوهم أن أهل النار كذلك، يلحق الله بهم أبناءهم وذريتهم، أخبر أنه ليس حكم الدارين حكما واحدا، فإن النار دار العدل، ومن عدله تعالى أن لا يعذب أحدا إلا بذنب، ولهذا قال: { كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ } أي: مرتهن بعمله، فلا تزر وازرة وزر أخرى، ولا يحمل على أحد ذنب أحد. هذا اعتراض من فوائده إزالة الوهم المذكور.<span id="more-79"></span></p>
<p>Ini adalah diantara kesempurnaan ni&#8217;mat Ahli Surga, bahwasanya Allah mempertemukan mereka dengan keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan.</p>
<p>Yakni : Keturunan tersebut mengikuti mereka dengan keimanan yang bersumber dari bapak-bapak mereka, sehingga keturunan itu beriman seperti mereka. Maka lebih-lebih lagi jika keturunan tersebut beriman dari kesadaran mereka sendiri.</p>
<p>Mereka yang disebut itu akan dipertemukan Allah dengan nenek moyang mereka di Surga, walaupun derajatnya lebih rendah. Sebagai balasan untuk bapak-bapak mereka, dan tambahan pahala bagi mereka. Meskipun demikian, Allah tidak mengurangi pahala bapak-bapak mereka tersebut sedikit pun.</p>
<p>Dan dikarenakan bisa ada dugaan seseorang bahwa Ahli Neraka pun demikian keadaannya, yaitu bapak-bapak akan dipertemukan dengan keturunan mereka, Allah memberitahukan bahwa hukum kedua tempat (Surga dan Neraka) tidaklah sama.</p>
<p>Karena sesungguhnya neraka adalah tempat keadilan, dan termasuk keadilan Allah Ta&#8217;aalaa adalah : Dia tidak menyiksa seorang pun kecuali karena dosanya. Karena itu Allah berfirman (Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.) Yakni terikat dengan amal-amalnya, sehingga tidaklah seseorang memikul beban orang lain, dan tidaklah dosa seseorang dipikulkan kepada orang lain. Maka diantara faidah konteks ayat ini agar hilang dugaan yang disebutkan tadi (Bahwa negeri rahmat -surga- hukumnya sama dengan negeri siksa -neraka-).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=79&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/09/24/pentingnya-menjaga-keimanan-di-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu &#8220;Murrobi&#8221;ku</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/untukmu-murrobiku/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/untukmu-murrobiku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 06:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang perantau, lebaran adalah saat paling menyenangkan untuk berkumpul dengan orangtua dan keluarga di kampung halaman. Tahun 2002 yg lalu, Idul Fitri ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dmana lebaran gak bisa pulang mudik untuk berkumpul. Maka kisah ini pun berjalan dalam kehidupanku&#8230;
Awalnya, setelah shalat Iedul Fitri rasa kesedihan seorang perantau muncul, melihat beberapa teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=72&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagai seorang perantau, lebaran adalah saat paling menyenangkan untuk berkumpul dengan orangtua dan keluarga di kampung halaman. Tahun 2002 yg lalu, Idul Fitri ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dmana lebaran gak bisa pulang mudik untuk berkumpul. Maka kisah ini pun berjalan dalam kehidupanku&#8230;</p>
<p>Awalnya, setelah shalat Iedul Fitri rasa kesedihan seorang perantau muncul, melihat beberapa teman dan saudara berkumpul dalam canda tawa dalam keceriaan lebaran tersebut. Rasa sedih di hati muncul sampai akhirnya aku berusaha untuk tegar dan bersabar.</p>
<p>Siang itu waktu azan Zhuhur tiba, dengan langkah gontai aku wudhu dan pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Zhuhur yg pertama kali aku lakukan di masjid. Setelah setelah shalat, aku duduk dan diam di dinding belakang masjid yg cukup besar, sejuk dan penuh kedamaian di kawasan Utara kota Bandung, tepatnya<strong> Masjid At-Taqwa KPAD Gegerkalong Bandung</strong>.</p>
<p>Datang seorang yg pemuda yang sedikit lebih tua dari usiaku saat itu. Pakaiannya sederhana, putih bersih seperti putih dan cerahnya wajah sang pemuda tersebut dengan janggut lebat yang menutupinya. Kesan awal yang aku dapat, masasih seorang pemuda memiliki janggut yang lebat dan penampilan yg seperti ini. Hampir mirip dengan wajah dan penampilan orang-orang  Timur Tengah dengan pakaian dan budayanya. Salam pertama yg dia sampaikan, begitu menyejukan hati yang saat itu dengan gelisah.</p>
<p>masih bersambung&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=72&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/untukmu-murrobiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat dari ku untuk mu ITB&#8230;</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/nasehat-dari-ku-untuk-mu-itb/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/nasehat-dari-ku-untuk-mu-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 06:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/nasehat-dari-ku-untuk-mu-itb/</guid>
		<description><![CDATA[Kutipan Ceramah Jum&#8217;at di Salman ITB 17 Juli 2009
&#8230;dari hasil penilaian penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2009, di dapan hasil bahwa anak-anak yg masuk ITB itu adalah anak-anak yang memiliki nilai dan prestasi yang luar biasa diantara teman sekolah dan merupakan anak-anak terbaik yang ada di negeri ini. Tapi mengapa pada hasil akhirnya banyak dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=75&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kutipan Ceramah Jum&#8217;at di Salman ITB 17 Juli 2009<br />
&#8230;dari hasil penilaian penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2009, di dapan hasil bahwa anak-anak yg masuk ITB itu adalah anak-anak yang memiliki nilai dan prestasi yang luar biasa diantara teman sekolah dan merupakan anak-anak terbaik yang ada di negeri ini. Tapi mengapa pada hasil akhirnya banyak dari mahasiwa ini yang tidak berdaya guna dan memiliki prestasi lebih di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi&#8230;apa yang harus diperbaiki&#8230;?</p>
<p>Nasehat dari ku untukmu pendidik di negeri ini :<br />
1. Ada nasehat dari seorang ulama kepada ku dalam tulisan beliau pada buku &#8220;Selagi Masih Muda&#8221; karya : DR. &#8216;Aidh bin Abdullah al-Qarni.<br />
Salah satu bab dalam buku tersebut mengatakan &#8220;dengan apa kita mengejar ketertinggalan negeri kaum muslimin ini di bidang teknologi. Beliau mengatakan kepada kami para pemuda di negeri ini, dengan &#8220;agama&#8221; ini anda dapat mengejar ketertinggalan dari mereka, karena dengan Tauhid di dalam dadamu kamu mampu menegakkan kepala mu pada teknologi mereka.<br />
2. Sebuah buku bagus yang yang belum aku dapat cari, nasehat dari seorang ulama yang berjudul &#8220;Optimislah, Anda Memiliki Semuanya. Karya DR. Khalid Umar Abdurrahman ad-Disugi. (ada yg mau bantu carikan..)</p>
<p>Dengan &#8220;Tauhid&#8221; ini kita bisa maju, untuk menegadahkan kepala kita di antara bangsa-bangsa maju di dunia ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=75&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/07/17/nasehat-dari-ku-untuk-mu-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ke Al-Quds Aku Akan Kembali</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2009/01/15/ke-al-quds-aku-akan-kembali/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2009/01/15/ke-al-quds-aku-akan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 04:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/2009/01/15/ke-al-quds-aku-akan-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Pesan dari Jiwa untuk Para Mujahid yang Akan Berangkat ke Bumi Palestina.
Saudara-saudaraku, Para Mujahid!
Jika hari ini engkau telah memancangkan tekad untuk berangkat ke Bumi al-Quds, maka…
1. Mulai hari ini, tekunlah meluruskan Tauhidmu, memperbaiki keikhlasan niatmu, dan membersihkan tautan-tautan hidupmu pada selain Allah. Tidak ada lagi jimat, tidak ada lagi istighatsah, tabarruk kepada selain Allah, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=66&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pesan dari Jiwa untuk Para Mujahid yang Akan Berangkat ke Bumi Palestina.</p>
<p>Saudara-saudaraku, Para Mujahid!<br />
Jika hari ini engkau telah memancangkan tekad untuk berangkat ke Bumi al-Quds, maka…<span id="more-66"></span></p>
<p>1. Mulai hari ini, tekunlah meluruskan Tauhidmu, memperbaiki keikhlasan niatmu, dan membersihkan tautan-tautan hidupmu pada selain Allah. Tidak ada lagi jimat, tidak ada lagi istighatsah, tabarruk kepada selain Allah, tidak ada lagi kesyirikan apa pun dalam hidupmu. Keyakinan seperti inilah yang akan menjadi sumber kekuatan paling dahsyatmu untuk kembali ke Bumi al-Quds…karena engkau bersandar kepada satu-satunya Dzat yang Mahakuat, yaitu Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>2. Mulai hari ini, sematkanlah segala kemahasempurnaan dan kemahatinggian kepada setiap nama dan sifat Allah Ta’ala, baik yang engkau temukan dalam al-Qur’an maupun sunnah Nabi-Nya…Jangan lagi engkau takwilkan atau selewengkan maknanya, karena mengingat seluruh keMahasempurnaan-Nya akan memberikanmu kekuatan yang tak pernah engkau duga sebelumnya, saat engkau menjejakkan kakimu di Tanah al-Quds…<br />
Ingatlah, saudaraku, melalui jalan ini, kita semua berharap dapat menyaksikan langsung Wajah Allah Azza wa Jalla yang selama ini kita sembah di dalam Surga-Nya…Sungguh, aku tak sabar menanti hari itu…</p>
<p>3. Mulai hari ini, periksalah kembali sunnah-sunnah Nabimu yang selama ini engkau abaikan: sunnahnya dalam aqidah, dalam ibadah, dalam muamalah dan akhlaq…Tidak! Perjuangan ini adalah untuk menegakkan Kalimah Allah. Dan itu tak mungkin terwujud dengan mengabaikan dan meremehkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bukankah melalui jalan jihad ini engkau ingin berjumpa dengan Sang Nabi di dalam surga?</p>
<p>4. Mulai hari ini, bukalah kembali lembar-lembar sejarah para al-Salaf al-Shaleh rahimahumullah. Karena merekalah para mujahid sejati. Merekalah para tentara Allah yang akan terus menjadi teladan dan qudwah bagi seluruh mujahid hingga akhir zaman. Pelajari kembali seluruh sisi kehidupan mereka, lalu teladani dalam hidupmu. Catatlah dalam hati dan pikiranmu, bahwa perjalananmu ke Bumi al-Quds akan berakhir dengan perjumpaan bersama mereka di Surga&#8230;Karena itu, jadilah seorang ahlusunnah wal jamaah (pengikut salaf) sejati yang meneladani mereka dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk jihad dan kepedulian terhadap sesama kaum muslimin di mana pun mereka berada!</p>
<p>5. Karena itu semua, maka cita-cita mulia untuk kembali ke al-Quds jangan membuatmu tinggal diam berkhayal dan berangan-angan: “Kapan aku akan berangkat?”, lalu meninggalkan majelis-majelis ilmu dan tarbiyah!</p>
<p>Tidak, saudaraku…Jalan ini adalah jalan orang-orang yang bersabar, bukan jalan orang-orang yang selalu tergesa-gesa. Karena itu, cita-cita mulia ini harus semakin memompa semangatmu untuk terus belajar, terus bertarbiyah, terus menghadiri majelis-majelis ilmu, dan terus bertafaqquh fid-din…hingga akhirnya tiba hari itu, dimana Allah memilihmu untuk berangkat bersama kafilah para mujahid…ke sana, ke bumi Allah bernama AL-QUDS, insya Allah!</p>
<p>6. Mulai hari ini, tekunlah beribadah, menangislah dalam shalatmu, menangislah dalam doamu, menangislah dalam tilawahmu, menangislah karena takut pada Allah…Banyaklah menangis pada-Nya, karena itu akan memberi kita kekuatan luar biasa untuk kembali ke Bumi al-Quds! Itu akan memberimu energi dahsyat untuk mengusir penjajah Zionis satu per satu keluar dari Tanah Suci kita itu…Ketahuilah, tanpa tangisan yang ikhlas dan penuh ta’zhim pada-Nya, engkau tak akan peroleh kekuatan dahsyat itu, meski seluruh dunia memberikan bantuan persenjataan paling canggih kepadamu…</p>
<p>Kiranya itu sajalah dulu pesanku untuk diriku sendiri dan untuk para mujahid perindu syahid di mana pun mereka berada. Jangan pernah padam semangat jihad dalam dadamu, meski kelak Allah menakdirkanmu meninggalkan dunia fana ini dari atas pembaringanmu di sisi anak dan istrimu. Jangan pernah padam, saudaraku!</p>
<p>Semoga kelak kita berjumpa di Bumi al-Quds, sujud bersama di sana menghadap Allah, atau kalau tidak sempat, semoga kita bertemu di dalam Jannah-Nya…amin, amin, amin…</p>
<p>Makassar, 15 Muharram 1430 H<br />
Akhukum al-Faqir al-Haqir,<br />
Abul Miqdad al-Madany<br />
www.abul-miqdad.blogspot.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=66&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2009/01/15/ke-al-quds-aku-akan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harum yang kekal dan abadi</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2008/11/14/harum-yang-kekal-dan-abadi/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2008/11/14/harum-yang-kekal-dan-abadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 08:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara&#8217;, ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.
Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=59&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara&#8217;, ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.</p>
<p>Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, &#8220;Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper­malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku.&#8221;<span id="more-59"></span></p>
<p>Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya.</p>
<p align="justify">Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menye­lamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk ber­benah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju. Khalid masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Kemudian, Allah memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikkan.</p>
<p>Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikkan, ia menghardik dan me­nyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya. Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya.</p>
<p>Allah <em>Ta&#8217;ala</em> mengganti bau busuk dan menjijikkan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski. Orang-orang pun dari kejauhan sudah mengetahui kedatangannya, sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum. Sejak saat itu orang-orang memanggilnya dengan Khalid Al-­Miski.</p>
<p>Inilah seorang Mukmin yang sebenarnya, yang meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saat sehingga sekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik dan gemulai, namun ia merasa takut kepada Allah. Tidak takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihatlah yang senantiasa memantau gerakannya. Khalid takut dengan bahaya yang ditim­bulkan oleh maksiat, maka ia mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya, dan justru ini menunjukkan kebersihan batinnya dan ketulusan imannya. Kemudian, Allah mengganti­nya dengan bau harum semerbak di dunia dan baginya di akhirat pahala yang besar dan berlimpah.</p>
<p>Sekarang ini, di zaman kita hidup, berapa banyak manusia melumuri wajah dan tubuhnya dengan parfum dan wangi­-wangian. Akan tetapi, bau busuk perbuatan mereka menjadikan mereka tercemar dan terbongkar keburukannya, walaupun mereka berusaha menutupi aibnya. Disebabkan mereka hanya takut kepada manusia, bukan kepada Allah. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=59&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2008/11/14/harum-yang-kekal-dan-abadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Pemenang dan Pecundang</title>
		<link>http://ismed.wordpress.com/2008/07/10/antara-pemenang-dan-pecundang/</link>
		<comments>http://ismed.wordpress.com/2008/07/10/antara-pemenang-dan-pecundang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 07:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Daulay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismed.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Pemenang &#8211; selalu menjadi bagian dari penyelesaian.
Pecundang &#8211; selalu menjadi bagian dari persoalan.
Pemenang &#8211; selalu mempunyai rencana.
Pecundang &#8211; selalu mempunyai alasan (tidak mengerjakan sesuatu).
Pemenang &#8211; selalu berkata, biar saya kerjakan.
Pecundang &#8211; selalu berkata, itu bukan pekerjaan saya.
Pemenang &#8211; selalu melihat ada jawaban dalam setiap persoalan.
Pecundang &#8211; selalu melihat ada persoalan di dalam setiap jawaban.
Pemenang &#8211; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=52&subd=ismed&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pemenang &#8211; selalu menjadi bagian dari penyelesaian.<br />
Pecundang &#8211; selalu menjadi bagian dari persoalan.</p>
<p>Pemenang &#8211; selalu mempunyai rencana.<br />
Pecundang &#8211; selalu mempunyai alasan (tidak mengerjakan sesuatu).</p>
<p>Pemenang &#8211; selalu berkata, biar saya kerjakan.<br />
Pecundang &#8211; selalu berkata, itu bukan pekerjaan saya.</p>
<p>Pemenang &#8211; selalu melihat ada jawaban dalam setiap persoalan.<br />
Pecundang &#8211; selalu melihat ada persoalan di dalam setiap jawaban.</p>
<p>Pemenang &#8211; selalu melihat green di setiap sandtrap.<br />
Pecundang &#8211; selalu sandtrap di setiap green.</p>
<p>Pemenang &#8211; selalu berkata, masalahnya memang sulit, tetapi mungkin untuk diatasi.<br />
Pecundang &#8211; selalu berpendapat, mungkin saja bisa diatasi, tetapi pasti sulit.</p>
<p>Anda yang mana?</p>
<p>Tulisan ini dikutif dari majalah Eksekutif, 2003</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ismed.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ismed.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismed.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismed.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismed.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismed.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismed.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismed.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismed.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismed.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismed.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismed.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismed.wordpress.com&blog=1016745&post=52&subd=ismed&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismed.wordpress.com/2008/07/10/antara-pemenang-dan-pecundang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1754c87eb8b5d4ced4d3fe1407006cf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ismed</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>